Cara Ternak Sapi – Mudah, Murah, dan Untung Banyak

Sapi merupakan salah satu jenis hewan yang paling banyak diternakan masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Beternak sapi dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang bagus, asalkan Anda tahu cara ternak sapi yang benar.

cara ternak sapi
cara ternak sapi

Tidak seperti hewan ternak lainnya, beternak sapi memang susah-susah gampang. Ingin tahu bagaimana cara beternak sapi yang benar dan menghasilkan pundi-pundi uang? Simak penjelasannya sebagai berikut:

Cara Ternak Sapi Cepat Gemuk

Tujuan beternak sapi di Indonesia memang cukup beragam, tapi kebanyakan bertujuan untuk diambil dagingnya. Bagaimana tidak, sapi memang dikenal akan dagingnya yang tebal dan rasanya yang gurih. Akan tetapi, tidak semua sapi dagingnya berkualitas, hanya yang gemuk saja.

Sayangnya, membuat sapi menjadi gemuk bukanlah hal yang mudah. Tak jarang, sapi tidak mau makan dan bermalas-malasan sehingga kekurangan berat badan. Ternyata, ada cara ternak sapi potong agar cepat gemuk yang mudah. Berikut caranya:

1.     Menjaga Kebersihan Kandang

Meskipun terkesan tidak ada hubungannya, nyatanya kebersihan kandang sangat penting untuk dijaga. Jika kandang tidak dibersihkan secara rutin, maka kandang akan mengeluarkan bau menyengat yang dapat mempengaruhi nafsu makan sapi. Sebaiknya, bersihkan kandang satu minggu sekali.

2.     Memperhatikan Kesehatan Sapi

Selanjutnya, Anda perlu memastikan sapi tidak mengalami gangguan kesehatan apapun, seperti cacingan, diare, mencret, dan lain sebagainya. Jika ternyata ada sapi yang mengalami gangguan kesehatan, maka Anda perlu mengobati dan mengisolasi sapi tersebut.

Tak perlu repot-repot ke dokter hewan, Anda juga bisa menggunakan obat alami, seperti daun jambu biji dan daun pepaya untuk menyembuhkan sakit pada sapi. Kedua jenis tanaman tersebut diyakini lebih manjur dibandingkan obat medis.

3.     Memberikan Pakan

Sama seperti manusia, sapi juga membutuhkan makanan yang sehat dan bergizi. Makanan yang diberikan pada sapi juga harus seimbang antara protein, lemak, dan karbohidrat. Faktor makanan ini sangat mempengaruhi ukuran tubuh sapi secara langsung.

Jika ingin sapi Anda cepat gemuk, maka tidak disarankan untuk memberikan pakan alternatif sebagai makanan pokok. Sebaliknya, berikan sapi Anda makanan alami, seperti rumput gajah, gamal, rumput raja, centro, tanaman lamtoro dan kaliandra.

Selain memberikan makanan yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi sapi, Anda juga perlu memberikan makan secara teratur. Pemberian makan dapat dilakukan setidaknya 2 kali dalam sehari.

4.     Memberikan Minum Secara Rutin

Tak kalah penting dari makan, sapi juga butuh minum. Pemberian minum sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali dalam satu hari, yakni pada pagi, siang, dan menjelang malam.

Anda dapat memberikan minum berupa air yang dicampur dengan kebi pada pagi dan sore hari. Pada dasarnya, tidak ada pengukuran khusus untuk perbandingan kebi dan airnya. Hanya saja, campurkan kebi hingga air berwarna hitam dan kental.

Pasti kini Anda tengah bertanya-tanya, apakah air saja tidak cukup? Sebenarnya, air saja sudah cukup untuk menjaga suhu tubuh, mencegah dehidrasi, dan memenuhi kebutuhan mineral sapi sehari-hari. Akan tetapi, penambahan kebi ini berguna untuk pengembangan daging sehingga nantinya daging yang didapat lebih padat.

5.     Memfasilitasi Pergerakan Sapi

Terakhir, Anda perlu memfasilitasi tempat pergerakan sapi. Untuk mendapatkan daging sapi yang padat, Anda perlu membuat kandang yang luas. Hal ini dimaksudkan agar sapi dapat berlari dengan leluasa.

Daging sapi akan lebih padat dan mudah berkembang jika sistem peredaran darah mengalir lancar. Selain itu, sapi yang dibiarkan bermalas-malasan juga rentan terkena penyakit.

Cara Sukses Beternak Sapi

Beternak sapi ternyata dapat dijadikan sebagai ide bisnis yang potensial. Akan tetapi, hal itu hanya dapat terjadi jika Anda mengetahui cara budidaya sapi yang benar. Meskipun saat ini banyak orang yang beternak sapi, tapi tidak semuanya dapat meraih kesuksesan.

Sebelum beternak sapi, sebaiknya Anda memperhatikan peluang pasar terlebih dahulu. Setelah itu, siapkan modal yang sesuai untuk membeli sapi. Anda dapat mencari referensi jenis sapi yang bagus untuk diternakan di internet.

Selanjutnya, belilah sapi betina dan jantan yang berkualitas. Jika sudah, Anda perlu menjaga kualitasnya agar tidak menurun dengan cara merawatnya dengan baik dan benar. Bila sapi Anda terawat dengan baik, maka peternakan Anda akan sukses seiring berjalannya waktu.

cara ternak sapi

Ternak Sapi Pemula

Melihat peluang usaha ternak sapi yang gemilang, kini banyak pemula yang menjajal bisnis ini. Padahal, cara memelihara sapi tidak semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan usaha dan waktu yang banyak dalam mengembangkan peternakan sapi.

Bagi pemula yang belum mengetahui cara ternak sapi, silahkan simak daftar dibawah ini:

  1. Tetapkan modal dan target pasar ternak sapi
  2. Cari referensi jenis sapi yang berkualitas
  3. Buat kandang sapi dan perlengkapannya
  4. Pilih bibit sapi perah dan lokal yang unggul
  5. Berikan makan dan minum secara teratur
  6. Jaga kebersihan sapi maupun kandangnya
  7. Berikan obat cacing dan lakukan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh sapi

Bagi para pemula, ketelatenan menjadi kunci dari kesuksesan ternak sapi. Dengan mengetahui cara beternak sapi yang baik, bukan hal yang mustahil untuk mendapatkan keuntungan yang berlimpah dari bisnis ini.

Cara Ternak Sapi Tanpa Ngarit

Cara beternak sapi modern ternyata tidak perlu ngarit. Ngarit sendiri merupakan kegiatan mencari makan rumput yang dilakukan oleh sapi. Sebagai pengganti ngarit, Anda dapat menggunakan jerami fermentasi.

Selain lebih modern, cara ternak sapi tanpa ngarit juga lebih mudah dan murah. Cara memfermentasikan jerami cukup mudah. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Susun jerami menjadi sub
  2. Siramkan cairan fermentor/molasses hingga merata
  3. Taburi dedak atau pollard
  4. Tambahkan sedikit garam
  5. Tumpuk jerami dan ulangi langkah 2-4 hingga tingginya sekitar 3-4 meter
  6. Tutup jerami menggunakan terpal
  7. Tunggu 1-2 minggu hingga jerami menyusut
  8. Jerami fermentasi siap diberikan

Perbedaan Cara Ternak Sapi Lokal dan Sapi Limosin

Cara beternak sapi limosin dengan cara ternak sapi Bali tentu saja berbeda. Pasalnya, sapi limosin merupakan jenis sapi impor, sedangkan sapi Bali termasuk jenis lokal.

Banyak orang bilang, membudidayakan sapi impor tidak sesulit sapi lokal. Hal ini dikarenakan pertumbuhan sapi lokal yang relatif lebih lama. Akan tetapi, daging sapi lokal jauh lebih lezat dan berkualitas. Saat hendak beternak sapi lokal, Anda perlu memilih sapi berusia 2,5 tahun yang sehat.

Di lain sisi, cara ternak sapi limosin tidak membutuhkan perawatan ekstra. Anda hanya perlu memberi pakan, minum, serta menjaga kebersihannya. Tak lupa, awasi pergerakannya agar sapi tidak terserang penyakit.

cara ternak sapi

Pakan Ternak Instan untuk Sapi

Sapi termasuk salah satu hewan herbivora yang dapat memakan tumbuh tumbuhan hijau. Agar lebih praktis, Anda dapat menggantinya dengan pakan ternak instan yang memang dibuat khusus untuk sapi.

Saat ini, ada banyak sekali jenis pakan instan yang dapat dibeli di pasaran. Mengapa saat ini pakan ternak instan lebih banyak dipilih? Berikut alasannya:

  1. Memudahkan pekerja untuk memberi makan sapi
  2. Harganya murah
  3. Umur simpan lebih panjang, yakni 1 tahun
  4. Mampu memberikan nutrisi dan menaikkan bobot sapi agar siap potong

Demikianlah beberapa cara ternak sapi yang baik dan benar. Jika dilakukan dengan tekun dan serius, maka ternak sapi dapat menghasilkan banyak keuntungan. Apalagi, bagi Anda yang memiliki hobi beternak. Selain menjalankan hobi, Anda juga bisa mendapatkan pundi-pundi uang.