Tips Dan Cara Memilih Bibit Ternak Kambing Dan Sapi

Bibit Ternak Kambing dan Sapi

 Kesalahan dalam memilih indukan ternak akan meningkatkan resiko kegagalan usaha ternak. Tak heran jika hal ini bisa menimbulkan kerugian yang tidak sedikit dalam usaha peternakan yang digeluti. Oleh karena itu, Anda perlu memahami cara memilih bibit ternak kambing dan sapi yang unggul.

Bibit yang berkualitas akan menghasilkan produksi utama dan sampingan yang berkualitas. Begitu pula sebaliknya, bibit yang jelek akan membuat peternak merugi. Bagi Anda yang masih pemula dalam beternak, sebaiknya sangat jeli dalam tahap pemilihan bibit ternak.

bibit ternak kambing dan sapi

 

Mengapa Harus Bibit Ternak?

 Pada dasarnya, pemilihan bibit tergantung dari tujuan usaha ternak itu sendiri. Secara umum, usaha peternakan sapi dan kambing dibagi menjadi tiga, yaitu pembibitan, penggemukan, dan perah.

Tujuan usaha pembibitan adalah agar induk ternak menghasilkan jumlah anakan yang optimal dan berkualitas. Usaha penggemukan dilakukan agar bibit ternak yang dipilih bisa tumbuh dan berkembang dengan bobot optimal dalam periode tertentu.

Sedangkan tujuan usaha ternak perah adalah agar hewan ternak (sapi dan kambing) bisa menghasilkan susu yang optimal. Agar masing-masing tujuan tercapai dengan baik, sebaiknya peternak memiliki target produksi dari usaha peternakannya.

Contohnya jika memiliki usaha ternak untuk pembibitan,targetnya adalah menghasilkan anakan sehat 6 ekor per indukan dalam waktu sekitar dua tahun. Target usaha penggemukan kambing misalnya dengan bobot ternak bertambah 100 gram per hari.

Sedangkan untuk target usaha ternak perah adalah dengan menghasilkan susu 4 liter per ekor di setiap harinya.

Harga Bibit Ternak Kambing dan Sapi

 Pada dasarnya, harga bibit sapi ternak dan kambing disesuaikan dengan kondisi dan usianya. Tidak hanya itu harga bibit ternak kambing boer, bibit ternak kambing jawa, dan jenis lainnya mungkin memiliki harga yang berbeda.

Sebagai referensi, Anda bisa melihatnya dalam tabel berikut ini.

Usia Bibit Ternak KambingKisaran Harga
Kambing jantan usia 3-6 bulan (anakan)Rp600.000-Rp1.200.000
Kambing jantan usia 6-7 bulanRp1.200.000-Rp1.300.000
Kambing jantan usia 8-12 bulanRp1.500.000-Rp1.800.000
Kambing jantan usia 1-2 tahunRp2.300.000-Rp2.500.000
Kambing betina usia 3-6 bulan (anakan)Rp500.000-Rp1.100.000
Kambing betina usia 6-7 bulanRp1.000.000-Rp1.200.000
Kambing betina usia 8-12 bulanRp1.300.000-Rp1.500.000
Kambing betina usia 1-2 tahunRp2.200.000-Rp2.400.000

 

Usia Bibit Ternak SapiKisaran Harga
Sapi jantan usia 4-6 bulanRp5.000.000
Sapi jantan usia 6-8 bulanRp6.000.000
Sapi jantan usia 8-12 bulanRp8.000.000
Sapi jantan usia 15-18 bulanRp10.000.000
Sapi jantan usia 18-24 bulanRp12.000.000
Sapi betina usia 4-6 bulanRp5.000.000
Sapi betina usia 8-9 bulanRp8.000.000
Sapi betina usia 11-12 bulanRp11.000.000
Sapi betina usia 15-16 bulanRp15.000.000
Sapi betina usia 20-24 bulanRp19.000.000

Cara Pemilihan Bibit Ternak Kambing dan Sapi

Untuk meningkatkan potensi keberhasilan beternak, Anda harus mengetahui cara memilih bibit kambing dan sapi dengan benar. Adapun caranya adalah dengan mengenal ciri-ciri bibit yang berkualitas, yaitu sebagai berikut.

  1. Karakteristik Bibit Kambing Berkualitas

Bibit Betina

  • Bibit tampak bergerak aktif, bersemangat, kepala tegak, mata berbinar, pertumbuhannya bagus, bulu dan rambutnya mengkilap.
  • Ukuran tubuhnya besar tapi tidak terlalu gemuk.
  • Bentuk badan kompak, garis unggung dan pinggang lurus, dada dalam dan lebar.
  • Usianya di atas 12 bulan.
  • Tingkat kesuburan sedang.
  • Memiliki sifat keindukan yang baik.
  • Tubuh sehat dan tidak cacat.
  • Idealnya berasal dari keturunan kembar dua.
  • Memiliki putih dua buah.
  • Bobot badan lebih dari 20 kilogram.

Bibit Jantan

  • Tampilan fisiknya besar dan bagus.
  • Usia di atas 1,5 tahun.
  • Merupakan keturunan kembar.
  • Memiliki nafsu kawin yang tergolong besar.
  • Tubuh sehat dan tidak cacat.
  1. Karakteristik Bibit Sapi Berkualitas
  • Bentuk tubuh proporsional, rangka tubuhnya lebar dan kokoh.
  • Tinggi tubuhnya sama antara bagian depan dan belakang.
  • Tubuhnya memanjang dengan sempurna.
  • Dadanya lebar.
  • Bulu pendek dan kering, mata berbinar serta responsif.
  • Perut kecil dan pantat lebar.
  • Tulang kaki besar dan kokoh.
  • Bentuk kaki lurus dan normal.
  • Bentuk tubuhnya tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus.
  • Sebaiknya pilih bibit sapi berusia 2-3 tahun untuk memulai usaha ternak.
  • Memiliki napas yang teratur.
  • Sistem pencernaanya lancar.
  • Bergerak aktif.

bibit ternak kambing dan sapi

Tujuan Seleksi Bibit Ternak Sapi dan Kambing

Seleksi bibit ternak sapi adalah kunci kesuksesan usaha peternakan. Faktor yang satu ini tidak boleh diabaikan karena akan sangat mempengaruhi kelanjutan usaha peternakan. Dengan memilih bibit yang bagus, Anda bisa menghemat pakan dan energi dalam beternak lho.

Sedangkan ketika memilih bibit yang jelek, penggunaan pakan cenderung lebih boros. Sementara bibit tetap kurus dan kurang berkualitas. Selain itu, ketersediaan bibit ternak yang bagus akan mempengaruhi ketersediaan daging sapi dan kambing secara nasional.

Tak heran jika seleksi bibit ternak sapi dan kambing penting dilakukan. Bahkan sudah ada sertifikasinya dari LSPro Benih dan Bibit Ternak. Hal ini dikemukakan dalam sistem manajemen mutu sesuai dengan SNI dan ISO 9001:2008.

Jual bibit ternak kambing dan sapi bisa di dapatkan di sekitar Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi,Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Sragen, Wonogiri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten trenggalek, Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Magetan

Membuat Bibit Pakan Ternak Kambing dan Sapi

Apakah Anda terpikir untuk membuat pakan ternak kambing dan sapi sendiri? Tidak ada salahnya untuk membuat pakan sendiri, bahkan termasuk keputusan yang layak dipertimbangkan. Hal ini karena pakan yang dibuat sendiri akan menekan biaya operasional peternakan.

Jadi, pakan yang diberikan tidak selalu bibit rumput pakan ternak sapi. Tidak hanya itu, pakan juga akan lebih terukur kualitasnya jika dibuat sendiri. Salah satu jenis pakan kambing dan sapi yang bisa dibuat sendiri adalah pakan fermentasi.

Bukan tanpa alasan, pakan fermentasi ini memiliki kelebihan tersendiri untuk ternak, yaitu sebagai berikut.

  • Meningkatkan produksi susu, terutama untuk peternakan kambing jenis etawa.
  • Melancarkan sistem pencernaan.
  • Meningkatkan bobot ternak lebih cepat secara alami, gemuk, dan sehat.
  • Meningkatkan nafsu makan hewan ternak.
  • Daging yang dihasilkan lebih berisi namun lebih rendah kolesterol.
  • Meningkatkan imunitas hewan ternak sehingga lebih kebal terhadap serangan penyakit.
  • Kotoran ternak tidak terlalu bau sehingga udara di sekitarnya tidak tercemar.
  • Kotoran dan urine ternak jumlahnya lebih sedikit serta dapat digunakan sebagai pupuk kandang alami dan biogas.

bibit ternak kambing dan sapi

Setelah mengetahui manfaatnya, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk membuat pakan ternak fermentasi.

  • Siapkan jerami atau bonggol pisang, lalu potong dengan ukuran kecil.
  • Siapkan larutan gula yang dicampur paruta buah nanas lalu campurkan dengan air sebanyak 1 liter. Tahap ini merupakan tahap pembuatan fermentasi basah.
  • Sedangkan untuk membuat fermentasi kering, gunakan air sebanyak 10 liter.
  • Siapkan bahan utama, yaitu berupa jerami atau bonggol pisang, ampas tahu, dan bekatul.
  • Masukkan bahan utama tersebut ke wadah berukuran besar.
  • Campurkan bersama larutan gula pasir, air, dan parutan nanas lalu aduk rata.
  • Diamkan campuran selama kurang lebih 15 menit.
  • Masukkan kembali larutan tersebut ke dalam 10 liter air, siramkan secara merata.
  • Setelah itu, taburkan garam lalu aduk merata.

Dengan memahami cara memilih bibit yang benar, potensi keberhasilan usaha ternak sapi dan kambing akan meningkat. Anda pun akan terhindar dari kerugian yang bisa ditimbulkan jika salah memilih bibit.